Terpaksa beralih memberi sedikit wasting thread pada lapak yang seharusnya menjabarkan di dalam penyamaran. Karena penyamaran dalam penjabaran sudah tidak privasi lagi. Butuh ruang yang lebih khusus dari pada 'burung biru' itu.. Segala prejudices atau muara awal signal of the war muncul tuh di postingan TL.. That's why I never follow somebody first, except the inspired one. Sisanya, yaa hanya simbol adat kesopanan belaka..
Duh punteun ini mah..
Okay, Never mind.., No matter.. (Tetap yah ber-ruang dalam dualisme Cartesian Mind and Matter)
semoga pengukuhan eksistensi tidak membuat kita semakin terjebak dalam dunia asing tersendiri which is can certainly be so lonely..
Umh, analisisnya sih disebabkan oleh sebuah transformasi dahsyat dari lidah ke jempol sebagi predikat "hal teringan di dunia"..
Setidaknya menulis adalah lebih baik daripada berbicara. Apa language of game dari Wittgenstein juga dimaksudkan untuk ini ya,.. At least, berbicara adalah mengeluarkan spontanitas,
dan meskipun menulis terkadang tidak memahami makna sesungguhnya tapi banyak pertimbangan dan kekuatan emosi yang melibatkannya..
Hhhh.., pikiran kembali pada pernyataan seorang teman tentang "terlalu aman di zona nyaman"..
Hallooo, ini bukan tentang seseorang tidak ingin menikmatinya, mana ada orang yang tidak mau ada di zona itu. Kami tidak diberi kesempatan, ohh sayang..
Untuk manusia yang berfikir pada idealismenya yang baginya paling hebat, terkadang latar belakang situasi menyudutkan kamu untuk cepat-cepat mengambil antisipasi. Dengan sendirinya zona nyaman adalah sepanjang zona yang saya lewati tanpa ketidakjelasan. Defenitely from my perspective!
Entah kenapa, kini aktivitas 'mendengar' terasa begitu memuakkan. Terasa lebih menyenangkan collecting stack of paper untuk mereka yang ingin berbagi sebuah positivisasi value. Mario Teguh pun adalah alternative terakhir sekedar untuk menguatkan argumentasi. Iya, sekarang saya mendengar untuk mengukuhkan positioning teradaptif. Bukan lagi kertas polos yang bisa didoktrin apa saja. Mungkin kita adalah penyaringan, ampas mana yang tidak berguna sehingga harus dibuang.
Daann.., inilah awal kehidupan.. Ternyata saya baru melangkah. Nobody said that it would be easy, but they can promised it would be worth it. And everything should be happen for a reason.
About Me
- Adhiestfhee
- Indonesia
- Analytic person, Fantastic dreamer, Sensitive feeling, but actually I am kind, friendly and fun
Minggu, 17 Juni 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Senin terakhir, Mei 2012
Dia bilang ini sudah tiba di penghujung.
sudah berakhir.
Akhir dari satu persimpangan dari sebuah jalan yang sedang
“Selamat tiba di persimpangan”.
“Selamat tiba di persimpangan”.
jatuhkan dirimu pada titik persimpangan karena
hidup adalah tentang memilih dan pilihan,
It's all about freedom to choice.
It's all about freedom to choice.
Dia selalu menelaah apa yang sedang aku pikirkan. Dia
menjawab apa yang aku ingin ketahui, apa yang sedang aku hadapi. Kau percaya
dengan kebetulan di dunia ini?! Entahlah, aku tidak. Aku meyakini dirinya
seperti memang sesuatu yang aku dewakan. Pertemuan dengannya seperti sebuah
klimaks selama masa empat tahun ini. Waktu yang mendebarkan untuk ditunggu. Rasa
di bawah ketertekanan di bawah mitos garang dengan kepanikan luar biasa. Tapi tahukah, dia bertindak
lebih lembut dari apa yang pernah kami harapkan. Dia jauh lebih bersabar dan
luar biasa dari sebelumnya. Jika tidak mempedulikan formalitas baku seperti yang telah aku
bicarakan sebelumnya, aku ingin menahan diriku lagi dan lebih lama lagi. Hingga
aku pantas untuk menyandang lalu berujung disaat aku memang pantas untuk berakhir.
Direct yourself to be arrived at the point of intersection way. (RG)-diujung pertemuan.
Bagaimana, selanjutnya hari Senin akan kosong dan entah apa
yang harus kupilih. Benci tentang perpacuan hormon yang tidak berhenti-henti mendadak
berpindah arena, berebut dan berjejal untuk muncul lebih dahulu.
Tuhan pernah memberiku kokain penenang. Tapi kesalahan, Aku
menggunakannya berlebihan tanpa mendapat informasi lengkap preskripsi penggunaan atau
sekedar bersabar. Menyerah pada Pak tua yang memegang bandul yang selalu
bergerak ke kiri dan ke kanan tanpa peduli orang yang berlalu lalang, SANG
WAKTU.
Sekarang, kembali aku menginginkan marijuana. Akankah Tuhan memberinya
padaku. Dalam kapasitas yang samakah, atau justru kembali pada zona penggunaan yang sama. Sederet zat perangsang yang aku ibaratkan itu adalah disposisi konsumsi. Maka, zombie adalah pilihan terbaik saat ini.
Berada dalam zona probability adalah jauh lebih baik
dibanding uncertainity. Kau tahu kenapa, karena manusia benci ketidakpastian.
Tapi kepastian itu sendiri adalah justru 'ketidakpastian'. kemudian dengan heroiknya
mencoba memperediksikan kemungkinan ketidakpastian untuk diantisipasi pada hari
ini.
Jika hidup memang harus diibaratkan dengan rollercoaster, kenapa
pilihan yang ditawarkan hanya berteriak, berhenti di tengah jalan, atau menikmati
sampai akhir. Padahal yang mereka lakukan keseluruhannya adalah berpura-pura
menikmatinya, tapi berteriak kencang di dalam hati hingga tak tertahan dan selalu
menginginkan berhenti. Berpura-pura.. 'Masa' sedang menuntut untuk expert dalam
berakting dalam functioning realitas.
Lagi, selanjutnya ketidakpastian ini membawa diri karna bosan
menerka atau berharap. Tiba pada akhirnya.
Ajari aku cara yang baik untuk meminta. Ajari aku harus
memperjelas permohonanku karena Engkau tidak merasa bahwa yang Kau berikan
adalah besar. Atau sebesar yang aku harapkan maka sebesar itu pula yang akan Engkau
wujudkan. Atau jangan berangan terlalu tinggi dibalik kapabilitas diri. Atau jangan
pernah takut untuk bermimpi. Lalu bagaimana dengan kejatuhannya yang terlalu sakit dari jenjang dan ambang besar harapan yang pernah dipanjatkan serta
kenyataannya. Atau aku harus memohon dengan apa saja yang Kau kehendaki
yang terbaik untukku. Atau menerima saja yang katanya rencana Mu lebih besar
dari keinginan umat yang penuh dengan blind of spot. Atau haruskah aku memohon dengan memperjelas dan memeperinci tanggal, waktu,
tempat dan mendesign settingan background yang indah. Atau justru malah terlalu
ikut campur dalam penentuan skenario dari Sutradara Tunggal.
Atau apa........
Dan jawaban atas segala identitas yang ingin ddibentuk dapat
diidentifikasi setelah tubuh atau corpus tidak lagi bergerak.
Demikian bahwa setiap dari kita harus siap ditempatkan dalam
segala perubahan, dalam segala persimpangan, dalam segala kekosongan...
Kamis, 24 Mei 2012
Share in the middle part of ending
Hello world.. Let's we talking about some dialogue again.. Never bore to hear anything about my experience!
It's on the point whereas one step again will be arrived at the end of this street. Can you feel how I wanna explode if I were a bomb! Something have been passed with a sweet moment. Make a better relation with the rest arround people.
because,
It's almost over. ^^
Maybe I don't know how to start with beautiful way, but I know how to ends this up. Some interest and powerfull experience weeks before was addicted me to play and play again.
Some mystery should be opened.. Little by little..
And then I'm gonna be an objectivist, sanity, and surely wise!
Am feeling so gratefull, however has a little tired but still fulfill of fightness.
Yeeaaaayy, can't wait for the maturity moment! ;)
Not much I can share with, but after it over, I promise you!
Pray the best for me, :) And I'll always trying my best!
And, as always, there's sweet man standing there with an great idealism and beautiful thinking. Maybe he is gonna overflow because can't hold his fully charge. Every second I make at glance for look, save the awesome great impression. Hopefully someday you would pour all to me..
with all my sincerely..
It's on the point whereas one step again will be arrived at the end of this street. Can you feel how I wanna explode if I were a bomb! Something have been passed with a sweet moment. Make a better relation with the rest arround people.
because,
It's almost over. ^^
Maybe I don't know how to start with beautiful way, but I know how to ends this up. Some interest and powerfull experience weeks before was addicted me to play and play again.
Some mystery should be opened.. Little by little..
And then I'm gonna be an objectivist, sanity, and surely wise!
Am feeling so gratefull, however has a little tired but still fulfill of fightness.
Yeeaaaayy, can't wait for the maturity moment! ;)
Not much I can share with, but after it over, I promise you!
Pray the best for me, :) And I'll always trying my best!
And, as always, there's sweet man standing there with an great idealism and beautiful thinking. Maybe he is gonna overflow because can't hold his fully charge. Every second I make at glance for look, save the awesome great impression. Hopefully someday you would pour all to me..
with all my sincerely..
Senin, 23 April 2012
Anxiety-ness
Maaauuu cuurrrhhaaaatttt.. T.T
Butuh muara keluhan, muara refleksitas, muara segala kekhawatiran...
Tuhan.., anggap saja ini sebuah perbincangan untuk Mu yah.. Saya bingung mencari aliran air dan utusan Neptunus.. Mudah2an sekarang utusannya udah pake signal elektromagnetik aja.. Ngga pake aliran air lagi.. huhuhu..
Tuhan, sekarang saya benar-benar sendirian.. Satu, dua, bahkan sudah beberapa dan tidak menemukan regenarasi partikular sel-sel baru. Tuhan, saya rindu aquarius terbaik saya.. Tempat saya leluasa mondar-mandir, berjejal resah, dan menemukan kenyaman karena keistimewaan habitus avatar ïtu.. Mereka sudah beradaptasi dengan baiknya, Dan saya kekeringan disini..
Tuhan, saya takut, cemas, khawatir tentang sesuatu yang belum pasti. Saya lelah, ristrik, dan gelisah tak keruan.. Saya mendewakan sebuah posisi, excited ketika mampu dibacakan semua rasionalitas dan sejengkal logika ini, tapi kerdil ketika ditelanjangi segala isinya yang memang tak seberapa. Ahh, itu sih bukan masalah. Masalahnya mungkin adalah ketika semua dipermudah, ini terasa dipersulit.
Ini yang membuat saya tegang luar biasa. Iya, saya memilih jalan sulit pada yang semestinya bisa sangat gampang dilewati. Saya merasa sudah sangat berhati-hati berjalan. Menyingkirkan segala prejudices untuk memfokuskan pada naturalitas. Berusaha tidak mau dan tidak akan berepetisi pada sistem kesalahan baru buah proyeksi dari representasi yang lama..
Tapi semakin hati-hati, semakin kaku. semakin lelah, semakin tidak tahu arah..
Semakin menyalahi masa lalu, menyalahkan perkembangan psikis, menyalahi kematangan tanpa fondasi.
Tuhan, mohon permudahlah,.. Dengan sangat Tuhan.. Dengan sangat...
Satu-satunya yang mentendesikan raga dan metafisis ini..
Saya merasa rasa haus sudah terhujani yang tidak semua orang merasakan hal yang sama. Persetan dengan formalitas baku. Jalan hidup kita kan tidak ada yang tau. Iya, saya juga cemas luar biasa karena saya bukan manusia beruntung yang terfasilitasi untuk berbelok kemana saja. Tapi ahh, masa bodo! Hidup cuma sekali, dan disini adalah elemen penting yang memang harus saya dapati. Kepastian cuma ketidakpastian itu sendiri.
Diberkahi dan dibekali peruntungan determinasi yang tidak semua orang memilikinya. Indah, jika saya tahu pisau mana yang bisa saya gunakan untuk mempertajamnya.
Yasudah, tidak satupun dari para penonton ini yang menghidupi saya kan?! Nalar yang terlalu pragmatis. (Situasi pembelaan dengan kecemburuan nurani..)
Diam, tenang, dan lepaskanlah semuanya disaat memang harus dilepaskan. Ketika semua pintu tertutup, karena kita hanya memegang satu kunci untuk membuka satu pintu potensialitas.
Keep calm down, iya candumu itu akan selalu bersamamu dear..
Candu yang memang seharusnya dicandui dan tercandui... Duhai candu prima kausa-ku..
Dalam kemirisan, kegemingan, dan kegelisahan, cuma ini yang bisa budak proletar ini harapkan.. Dengan sisa-sisa serpihan harapan yang sudah tidak berbentuk, tapi masi ber-desire...
Ohh, qo terasa pilu yaa.. Seseroang bilang saya ini 'psycho' karena hal semacam ini. Yak, mungkin karena hidup anda terlalu ringan, dan saya weightness.. If you were in my shoe, you will be fallin down at my first step. Mungkin karena itu mereka juga diberikan yang ringan-ringan saja. Hffpphh.. Saya bahkan pernah jadi percobaan analisis seorang psikologis yang idealnya punya capabiity untuk men-judge saya, iya mindset dan prinsip saya katanya mempengaruhi hidup saya, BUT hasilnya sangat signifikan loh.. Berani berprinsip, berani berkonsekuensi. Dan sah-sah aja selama yang menjalaninya kuat. Ya iyalah wong saya masih waras sewaras-warasnya. (Inner direction-inner piece, inhale-exhale)
Semangaaatttttt!! hap hap hap
Butuh muara keluhan, muara refleksitas, muara segala kekhawatiran...
Tuhan.., anggap saja ini sebuah perbincangan untuk Mu yah.. Saya bingung mencari aliran air dan utusan Neptunus.. Mudah2an sekarang utusannya udah pake signal elektromagnetik aja.. Ngga pake aliran air lagi.. huhuhu..
Tuhan, sekarang saya benar-benar sendirian.. Satu, dua, bahkan sudah beberapa dan tidak menemukan regenarasi partikular sel-sel baru. Tuhan, saya rindu aquarius terbaik saya.. Tempat saya leluasa mondar-mandir, berjejal resah, dan menemukan kenyaman karena keistimewaan habitus avatar ïtu.. Mereka sudah beradaptasi dengan baiknya, Dan saya kekeringan disini..
Tuhan, saya takut, cemas, khawatir tentang sesuatu yang belum pasti. Saya lelah, ristrik, dan gelisah tak keruan.. Saya mendewakan sebuah posisi, excited ketika mampu dibacakan semua rasionalitas dan sejengkal logika ini, tapi kerdil ketika ditelanjangi segala isinya yang memang tak seberapa. Ahh, itu sih bukan masalah. Masalahnya mungkin adalah ketika semua dipermudah, ini terasa dipersulit.
Ini yang membuat saya tegang luar biasa. Iya, saya memilih jalan sulit pada yang semestinya bisa sangat gampang dilewati. Saya merasa sudah sangat berhati-hati berjalan. Menyingkirkan segala prejudices untuk memfokuskan pada naturalitas. Berusaha tidak mau dan tidak akan berepetisi pada sistem kesalahan baru buah proyeksi dari representasi yang lama..
Tapi semakin hati-hati, semakin kaku. semakin lelah, semakin tidak tahu arah..
Semakin menyalahi masa lalu, menyalahkan perkembangan psikis, menyalahi kematangan tanpa fondasi.
Tuhan, mohon permudahlah,.. Dengan sangat Tuhan.. Dengan sangat...
Satu-satunya yang mentendesikan raga dan metafisis ini..
Saya merasa rasa haus sudah terhujani yang tidak semua orang merasakan hal yang sama. Persetan dengan formalitas baku. Jalan hidup kita kan tidak ada yang tau. Iya, saya juga cemas luar biasa karena saya bukan manusia beruntung yang terfasilitasi untuk berbelok kemana saja. Tapi ahh, masa bodo! Hidup cuma sekali, dan disini adalah elemen penting yang memang harus saya dapati. Kepastian cuma ketidakpastian itu sendiri.
Diberkahi dan dibekali peruntungan determinasi yang tidak semua orang memilikinya. Indah, jika saya tahu pisau mana yang bisa saya gunakan untuk mempertajamnya.
Yasudah, tidak satupun dari para penonton ini yang menghidupi saya kan?! Nalar yang terlalu pragmatis. (Situasi pembelaan dengan kecemburuan nurani..)
Diam, tenang, dan lepaskanlah semuanya disaat memang harus dilepaskan. Ketika semua pintu tertutup, karena kita hanya memegang satu kunci untuk membuka satu pintu potensialitas.
Keep calm down, iya candumu itu akan selalu bersamamu dear..
Candu yang memang seharusnya dicandui dan tercandui... Duhai candu prima kausa-ku..
Dalam kemirisan, kegemingan, dan kegelisahan, cuma ini yang bisa budak proletar ini harapkan.. Dengan sisa-sisa serpihan harapan yang sudah tidak berbentuk, tapi masi ber-desire...
Ohh, qo terasa pilu yaa.. Seseroang bilang saya ini 'psycho' karena hal semacam ini. Yak, mungkin karena hidup anda terlalu ringan, dan saya weightness.. If you were in my shoe, you will be fallin down at my first step. Mungkin karena itu mereka juga diberikan yang ringan-ringan saja. Hffpphh.. Saya bahkan pernah jadi percobaan analisis seorang psikologis yang idealnya punya capabiity untuk men-judge saya, iya mindset dan prinsip saya katanya mempengaruhi hidup saya, BUT hasilnya sangat signifikan loh.. Berani berprinsip, berani berkonsekuensi. Dan sah-sah aja selama yang menjalaninya kuat. Ya iyalah wong saya masih waras sewaras-warasnya. (Inner direction-inner piece, inhale-exhale)
Semangaaatttttt!! hap hap hap
Sabtu, 21 April 2012
21 April
Sesibuk apapun saya di masa krusial ini, kata tidak akan saya lewatkan untuk hari perempuan se-Indonesia ini, sebagai salah satu dari fanatik feminisme. :)
yang membentuk,
Emansipasi.
Membuka titik subordinat identitas kedua, memberikan kesamarataan pada ruang publik dan keluar dari ranah domestik.
yang terharap,
Aku hanya ingin mandiri, terlepas dari segala rasa ketergantungan.
Satu lagi,
Beberapa dari mereka berjuang dengan pedang ataukah memilih berjuang dengan pena??!
Happy Kartini's day for every open minded's woman.. ^^
yang membentuk,
Emansipasi.
Membuka titik subordinat identitas kedua, memberikan kesamarataan pada ruang publik dan keluar dari ranah domestik.
yang terharap,
Aku hanya ingin mandiri, terlepas dari segala rasa ketergantungan.
Satu lagi,
Beberapa dari mereka berjuang dengan pedang ataukah memilih berjuang dengan pena??!
Happy Kartini's day for every open minded's woman.. ^^
Langganan:
Postingan (Atom)