About Me

Foto saya
Indonesia
Analytic person, Fantastic dreamer, Sensitive feeling, but actually I am kind, friendly and fun

Jumat, 20 Mei 2011

LAKON

Dalam siklus manusia kecil, dewasa, menua dan mati hidup selalu berada di dalam dua oposisi. Betapa Tuhanku Maha Membolak-balikkan rasa. Menjadikan sesuatu dalam sekejap kedipan mata.
God, this fatigue is mine and the destiny is Yours..
Aku mengamati jalan cerita dari masing-masing pemilik peran utama, aku kesampingkan dahulu diriku yang tidak mau kalah juga sebagai the primary role.
Begitu mudah manusia tertawa. Mereka memilih, menentukan, lalu begitu mudah pula mereka kemudian menyesali, menangis, mengeluhkan. Masing-masing peran tertawa di panggungnya. Tapi sang pelakon ingin menyembunyikan rasa sedih sesungguhnya.
'Wahai penonton, cukupkan saja kalian tahu senyumanku. Getir dan gamang-nya aku, mampu kusembunyikan dengan baik.'
Terkadang sang pelakon mampu menjadi buas sebuas-buasnya. Tapi terkadang mereka juga mampu merendahkan pemeran lain dengan memperlihatkan posisinya yang mereka rasa jauh lebih baik. Namun,  sadarkah kau wahai lakon, hidup tidak selalu mulus, dunia tahu benar itu. Di gerbang ini kau bisa tertawa, di pintu berikutnya kau tidak pernah tau apa selanjutnya. Hati-hati dengan semua ucapanmu, hati-hati dengan keinginanmu yang selalu ingin membanding-bandingkan, hati-hati dengan fikiranmu apabila penuh dengan rasa curiga. 

Lakon-lakon bermain dengan lakon dari Sang pembuat lakon karena lakon ingin menjadi lakon yang benar-benar berlakon dalam melakoni apa yang dilakoni oleh si pelakon.

Senin, 11 April 2011

Unbearable tears...

Rasa sudah tak tertahan lagi Tidak kuat lagi.. Membayangkan di dunia ini hanya aku sendiri, berdiri di perbatasan tanah, udara, dan air, itu lebih aman. Karena para manusia hanya muncul sebagai pemakan sesamanya.

Bagaimana harus kudeskripsikan rasa ketertekanan ini.. Luar biasa sekali. Entahlah, terkadang aku merasa hidup terlalu absurd untuk berharap. Karena sudah ada hierarki yang tak dapat lagi diubah. Untuk apa kita bermain di panggung dan arena ini atas skenario yang sudah ada. Tertawalah atas skenario yang bahagia, dan peraduan air mata?! Telan saja air matamu. Itu tidak akan mengubah apapun keadaannya. Sutradara harus memformat ulang nantinya. Atau bagaimana kalau bertukar peran saja?! Buang khayalanmu. Inilah keterlemparan! Ikuti saja aturan mainnya. Itulah sebaik-baiknya kehidupan.

 Aku, berada di titik yang selalu ku ingkari. Subjek aksen dan subordinat dari representasi diri ku yang nyata. Sederhananya, aku selalu memungkiri realitasku kini. Mungkin karena buah mimpi ini berlebihan. Mungkin karena tidak menerima kenyataan. Mungkin terlalu angkuh. Mungkin terlalu berharap. Mungkin terlalu naif. Mungkin, mungkin, dan mungkin...

Harusnya aku menikmati hari-hariku seperti manusia 22 tahun lainnya. Puas sebagai civitas academia, berbagi kasih, dan sekarang, sudah terspesialisasi. Lebih dari itu, sekarang sudah ada di bangku para manusia dewasa. Harusnya aku melebur, tidak serigid ini. Harusnya aku menerima semua prasangka dan judgement yang tertuju padaku. Begitu saja, tidak mengelak, dan inilah aku. Maka sekarang aku tidak kesulitan mencari reason tentang apa yang sebenarnya aku inginkan. Bias...

Apa ini kebahagiaanku?! Tentu tidak. Ini sempit, ini nyata, ini absurd, ini kerdil, ini penistaan. Atas kekufuran yang dilakukan adalah Ratu. Atas ambisi yang terselubung adalah Tuan-Tuan yang menggerakkan. Maka aku adalah serdadu-serdadu pioneer. Kita lihat seberapa Hebat Sang Ratu Iblis dan Tuan-Tuan Jahanam itu bertahan. Atau dunia memang sudah terbolak-balik. Kalau begitu aku yang harusnya menyingkir. Atau menjadi Duryudana saja. Oposisi terkisah yang ingin kuubah ahir ceritanya.

Ikuti saja aturan mainnya. Ini peranku. Itu peranmu. Dan inilah sebaik-baiknya hidup. Semua akan berjalan sesuai skenario yang sudah ditentukan. Telan air matamu. Buang perandaianmu. Begitu saja... 


Jumat, 18 Maret 2011

Your life is what your thoughts make it


“Mind to be something”.
Pernah dengar hal itu sebelumnya?! Posisikan diri anda sebagai pemancar radiasi, kemudian, apa yang anda pikirkan akan terjadi layaknya sebuah televisi yang telah menangkap pancaran radiasi dan memunculkan gambar-gambar yang diinginkan radiasi tersebut. Indah bukan?! Sekarang sediakan waktumu sebelum tidur untuk membayangkan hal-hal yang indah. Lalu tanamkan keindahan itu pada diri anda. Maka alam akan menarik proton dari ion-ion itu untuk memanefastikan janji dari pikiranmu.

Referensikan semua yang menurutmu ‘wonderful’ untuk menjadi 'reference'. Hmm, bahkan sang pemancar harus mengambil sampel dari pemancar lain. Yaa, bagaimana lagi, terkadang manusia memang lelah menjadi orang biasa, tetapi kurang siap untuk menjadi si LUAR BIASA.

Dinamika hidup bisa kau kendalikan dengan fikiranmu. Itulah sebabnya hatimu harus bersih, fikiranmu harus positif. Bukan aku tak mampu berfikir di luar kerangka. Tapi letih membayangkan konsekuensinya. Terkadang manusia yang terbatas lebih mampu merasakan kebahagiaan dibanding orang yang memiliki semuanya. Kapan ya, rotasi itu menemukan titik terendah bagi orang-orang yang penuh fikiran negatif. Menarik neutron-neutronnya, menutupi ketidakmampuannya dengan mengalihkan dan menghapus kondisi dirinya. Menjadi seorang aktor mendadak dan fleksibel dengan keadaan apapun. Inikah sebuah tuntutan hidup?! Kau harus manis di depan orang yang dapat mengancammu. Hhhh, Aku lelah melihat tingkah laku mereka. Aku butuh sekali orang positif. Satu-satunya manusia positif yang selalu dapat memberi motivator



Gadis ini hebat. Pikirannya maju, lepas dari sistem partiarki. Meskipun pandangan konservatif tradisi masyarakat tidak selalu baik, tapi ini termasuk salah satu suku yang mampu keluar dari garis patriarki di Indonesia loh.  Pembuktian real-nya juga tidak memiliki cacat. 

Baiklah rasa hormat saya sampaikan tidak untuk lebih membentuk diri saya. Saya terlahir dibentuk, tidak dijadikan atas keinginan saya sendiri. Hak kebebasan setiap manusia terbatasi dengan manusia lainnya. Saya menerima aturan yang ada. Mari kita mulai hidup ini. Saya membayangkan dua, lima, dan puluhan tahun ke depan. Jika saya sampaikan ini pada secarik kertas, apakah energi menarik elektron-elektron alam membuatnya semakin nyata?! Apakah utusan Neptunus juga akan membawanya untuk menyampaikan radar-radar ini?!
Let’s we see ;)

I have a new family!






Maybe, it call our commitment
"Fortunate", that's what can I say when I find all of you guys. It's not just a feeling only you can feel. Seems like we're in the one roll. Sometimes we have different perceptions or some distinction views because of our maturity. Well, let's just say this is the place where I can laugh. Yes, I laugh satisfied because I don't know anymore what else the things can make me laugh. We began and ended with the same digits dears. I promise! ;)

Jumat, 04 Maret 2011

every 3rd Mrch


Welcome my 22nd...  I don't know how long the days remain after this, how many promises I haven't filled, the obligations that I have not to do. Hope my quality increase so that I can be a wise in every action, every second. I turn in the rotation, the time and place. Wishes in the imagination and refraction
 


Happy birthday to the soul that I occupy